Warga Kuta Tak Terima Disebut Surga Seks Turis Wanita


Bali — Disebut sebagai surga seks, seperti dalam film dokumenter Cowboys in Paradise’ yang memuat cerita praktik gigolo di Bali diprotes warga Kuta.

Film dokumenter itu mengisahkan tentang aktivitas seks para gigolo di pantai Kuta. Wisatawan mancanegara yang datang ke Kuta khususnya wanita disebutkan sengaja ke Kuta untuk mencari gigolo.

“Kita tidak mengelak jika ada satu atau dua orang gigolo, tapi keberadaan mereka di Kuta tidak jelas. Tapi memang ada yang sengaja mencari duit dengan memberi kepuasan kepada tamu,” kata Ketua Satgas Pantai Kuta, Gusti Ngurah Tresna, Senin.

Gusti juga menolak keras anggapan Kuta sebagi surga seks bagi turis wanita yang mencari pekerja seks laki-laki. Namun, ia tidak menepis bahwa ada satu atau dua orang yang memang menjalani profesi tersebut.

Menurut Ngurah meski Pantai Kuta sangat terbuka bagi semua kalangan. Namun ia tidak ingin pantai tersebut disebut sebagai surga gigolo.

Di Pantai Kuta terdapat ribuan pedagang, seperti pedagang sovenir, bakso, minuman, nasi bungkus, rujak, cindera mata, penyewaan papan selancar, tato dan kuku hias serta pijat. Pedagang di Kuta tidak hanya berasal dari Bali, tapi juga wilayah lainnya.

“Terus terang warga desa adat kami tidak suka kalau Kuta disebut kawasan gigolo,” tandasnya. [inilah]

ARTIKEL TERKAIT

Satu Tanggapan

  1. Waduh….parah amir….!!!
    Perbuatan yang mengotori Bali!!!

    salam

    http://thomasandrianto.wordpress.com/2010/04/26/tragedi-taksaka/

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: