Prostitusi www.wanita18.com Terungkap


Jakarta – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap praktik prostitusi melalui internet (cyber sex). Namun, belum semua pemain di jaringan prostitusi dunia maya ini berhasil ditangkap.

“Saat ini baru satu tersangka yang kita tahan. Masih ada kemungkinan tersangka lainnya,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raja Erizman, di Jakarta, Selasa (18/11).

Dalam pengungkapan kasus ini polisi telah menangkap Albert Timotius, 27, yang bertindak sebagai germo beserta tiga perempuan penghibur yang saat ini masih dijadikan saksi. Namun, polisi masih enggan menyebutkan identitas ketiga PSK itu.

Pengungkapan berawal dari pengakuan tiga PSK yang telah ditangkap di sebuah hotel di Mangga Besar, Jakarta Barat beberapa waktu lalu. Penangkapan ini dimulai setelah polisi melakukan browsing, di situs http://www.wanita18.com. Setelah itu, polisi mencoba melakukan transaksi beberapa kali, hingga menangkap tiga PSK.

“Sudah tiga kali kita gagal untuk ketemu sama pelaku, dan baru keempat kalinya ini kita berhasil menangkap ketiganya di sebuah Hotel di Mangga Besar,” ujarnya.

Dari keterangan ketiga saksi ini Polisi mendapatkan nama Albert Temotius yang beralamat di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sebagai pengelola atau germo. Setelah mendapat data akurat, Polisi kemudian menyambangi rumah pelaku itu dan menangkapnya, pada Senin (17/11) malam.

Kepada Polisi, Albert mengaku melakukan binis haram itu sejak 2007, meski situs tersebut sudah dibukanya sejak 2005. Dalam perekrutan calon PSK, pelaku awalnya melakukan chatting. Kemudian menawarkan profesi tersebut dengan tarif Rp 800 ribu-Rp 1,6 juta per sekali kencan.

“Dengan pembagian Rp 300 ribu untuk germo dan Rp 500 ribu untuk wanita penghiburnya,” jelas Raja Erizman.

Setelah terjalin kesepakatan, calon-calon perempuan penghibur ini diminta untuk mengirimkan foto, yang nantinya akan dipajang di situs itu. Nantinya jika ada yang mengajak berkencan bisa langsung membayar tunai maupun melalui rekening bank.

“Ini pertama kalinya kami mengungkap kasus ini. Ada puluhan wanita yang ditampilkan dalam situs itu tapi kami baru menangkap tiga orang. Masih banyak situs seperti itu tetapi perlu proses untuk mengungkap itu,” jelasnya.

Kini situs ini sudah tidak dapat diakses lagi oleh pengguna internet. Namun, belum ada penjelasan resmi, apakah situs itu memang telah diblokir oleh pihak kepolisian.[inilah]

artikel terkait

%d blogger menyukai ini: