Bupati Jember Melecehkan Nabi Muhammad Dikecam Kiai dan Ulama


Puluhan kiai dan ulama di Jember melakukan protes terhadap Bupati Jember, MZA Djalal yang dinilai telah melecehkan Nabi Muhammad SAW.

Kasus pelecehan itu terjadi dalam dialog bedah potensi desa di Garahan Kecamatan Silo, beberapa hari lalu. Waktu itu, MZA Djalal, Bupati Jember menyatakan bahwa Nabi Muhammad sombong.

Saat itu juga, beberapa kyai dan tokoh agama akhirnya melayangkan protes karena pelecehan kepada Nabi yang dilakukan oleh MZA Djalal karena disiarkan langsung oleh stasion radio swasta setempat itu.

Sabtu (1/5) siang tadi terjadi aksi unjuk rasa beberapa kyai, dan tokoh masyarakat yang mengatas-namakan wakil tokoh masyarakat Jember dan Himpunan Mahasiswa Cinta Rosul (HMCR) meminta agar Bupati MZA Djalal, meminta maaf dan diadili secara Islam.

Pernyataan Djalal itu dinilai menyinggung perasaan warga muslim karena menyampaikan Nabi Muhammad SAW sombong.

Mahasiswa sempat berunjuk rasa di depan Kantor Pemkab Jember dan menuntut Djalal agar meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya itu.

Sementara, sejumlah tokoh masyarakat baik dari NU, Muhamadiyah, MUI, Forum Lintas Agama, LSM dan organisasi kemahasiswaan seperti HMI, KAMMI dan lainnya langsung merapatkan barisan di rumah mantan Ketua DPC PPP Jember, HM Baharudin NUr SH.

“Karena jumlah tokoh yang datang dan ingin bergabung dalam gerakan semakin banyak, maka kami pindah ke gedung Yabina,” jelas Ketua LSM Sakera, HM Maryatmo di sela-sela pertemuan.

Bupati Jember Menghina Nabi Muhammad?

Masyarakat Jember, Jawa Timur dihebohkan oleh beredarnya CD rekaman pidato Bupati Jember MZA Djalal. Dalam rekaman pidato itu ada bagian yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW.

Beberapa kalimat Djalal yang menghebohkan itu diantaranya, “…Harus sombong pak, Nabi Muhammad saja sombong, meski di rumah ada tamu dan nasi tinggal sepiring, nasi itu tetap dibagi untuk disuguhkan, sombong pak. Tapi sombong yang bagus..,”.

Rekaman CD itu tersebut berisi pidato Bupati Jember MZA Djalal pada acara bedah potensi desa di Garahan Silo. Dalam dua hari terakhir ini, CD rekaman pidato itu beredar luas. Rekaman pidato itu menyebar tidak hanya dalam bentuk CD, tetapi juga kaset dan melalui telepon seluler masyarakat umum.

Sementara itu, Pemkab Jember membantah tudingan Bupati MZA Djalal melakukan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW. Menurut Kabag Humas Pemkab Jember Agus Slameto, bupati dalam acara tersebut menyampaikan tauladan nabi untuk selalu berbesar hati.

“Yang dikatakan bupati adalah mengambil keteladan Nabi Muhammad yang selalu berbesar hati. Harapannya agar masyarakat Jember bisa berbesar hati dan bersemangat untuk meraih kesejahteraan seperti yang diharapkan,” kata Agus Slameto, Sabtu (01/05/2010).

Dia berharap agar peristiwa itu tidak dipolitisasi yang dapat membuat suasana Pemilukada menjadi panas. Apalagi isu yang dikembangkan itu berbau suku agama dan ras (SARA). [inilah]

related post

Iklan
%d blogger menyukai ini: