Ilmuwan Aja Masih Bingung Pria ini tak Makan 70 Tahun


Jakarta – Tim dokter militer yang mengobservasi seorang pria India 83 tahun yang menghabiskan tujuh dekade tanpa makanan dan minum masih belum bisa menyimpulkan fenomena itu.

Prahlad Jani menghabiskan dua pekan di sebuah rumah sakit di barat India wilayah Gujarat di bawah pengawasan terus menerus sebuah tim terdiri dari 30 tenaga medis yang dilengkapi dengan kamera dan sirkuit televisi.

Selama periode tersebut, dia sama sekali tidak makan atau minum dan tidak pergi ke toilet.

“Kami masih belum mengetahui bagaimana caranya dia bisa selamat,” ujar ahli neurologi Sudhir Shah. “Masih menjadi sebuah misteri fenomena apa yang sebenarnya tengah terjadi.”

Petapa yoga yang berambut panjang dan berjanggut tersebut dikurung di rumah sakit di kota Ahmedabad dalam sebuah studi yang diinisiasi oleh Defence Research and Development Organisation (DRDO) India, institut riset militer dan pertahanan negara.

DRDO berharap temuan yang dihasilkan dapat menjadi detil yang lebih besar dalam beberapa bulan ke depan dan membantu para tentara agar bisa selamat tanpa makanan dan minuman sama sekali, atau membantu astronot atau bahkan menyelamatkan orang yang terperangkap dalam bencana alam.

“Jani hanya kontak dengan cairan selama berkumur dan mandi secara periodik selama periode penelitian,” ujar G. Ilavazaghan, Direktur Defence Institute of Physiology Allied Sciences (DIPAS) India.

Setelah penelitian, Jani kembali ke desanya dekat Ambaji di utara Gujarat di mana dia akan melanjutkan rutinitas yoga dan meditasi. Dia mengatakan telah diberkati oleh Tuhan pada usia muda, yang memberinya kekuatan spesial.

Selama periode 15 hari observasi, dokter mengambil pindai terhadap berbagai organ tubuh Jani, yakni otak, jaringan darah, begitu juga ke jantungnya, paru-paru dan kapasitas memori.

“Hasil yang terkumpul berada dalam kecenderungan yang aman saat periode observasi,” ujar Shah dalam sebuah konferensi pers.

Hasil lainnya dari analisis DNA, studi biologis molekul dan tes terhadap hormon, enzim, metabolisme energi dan gen akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk diselesaikan.

“Jika Jani tidak mendapatkan energi dari makanan dan minuman, pasti dia memperoleh energi dari berbagai sumber di sekitarnya, sinar matahari bisa menjadi salah satunya,” imbuh Shah.

“Sebagai praktisi medis kami tidak bisa menutup mata terhadap segala kemungkinan untuk berbagai sumber energi yang mungkin selain kalori,” tutup Shah.[inilah]

%d blogger menyukai ini: