Heboh Penemuan Tulisan PKB dalam Sebuah Kayu


Pacitan – Seorang tukang nderes (pembuat gula dari kelapa), Kusrin (50) warga Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung, Pacitan seminggu lalu menemukan kayu bertuliskan PKB. Biasanya hal-hal aneh ini terjadi dalam kaitan lafald ALLAH atau Muhammad. Namun kali ini lain, PKB.

Lalu apa makna tulisan itu, adakah pesan-pesan khusus yang terkandung, atau hanya kejadian kebetulan saja. Bagi orang yang beragama dan memiliki tauhid, tentu tidak ada kejadian yang kebetulan. Semua dalam koridor dan kerangka hukum Allah.

Kusrin yang merasa ketakutan melihat kejadian aneh yang menimpa seumur hidupnya ini lalu mengungkapkan apa yang dialaminya saat menghadiri acara kenduri di dusunnya. Kusrin pun menceritakan ihwal temuannya kepada warga.

Menurut H. Abdul Mu’id Anwar yang dipasrahi menjaga kayu itu, bahwa setelah Kusrin menebang kayu di kaki gunung yang biasa dibuat orang bertapa, kayu itu dibawa pulang. Lalu, setelah sampai rumah, kayu itu akan dipecah-pecah jadi kecil untuk kayu bakar.

Namun baru sekali melayangkan kapak, dia mendapati pemandangan aneh muncul dari bagian dalam kayu berwarna coklat kehitaman tersebut. Setelah diteliti, ternyata lapisan lingkaran tahun dari kayu itu menyerupai tulisan ‘PKB’.

“Alangkah kagetnya saat dia sampai pada kulit yang terakhir, dia menemukan jelaretan (coretan) warna cokelat yang berbentuk tulisan. Saat kayunya dikelentek (diambil) terlihat tulisan besar PKB,” kata Mbah Mu’id panggilan akrabnya.

Pengasuh Ponpes Al-Anwar, Ploso, Pacitan ini mengaku sudah meneliti keasliannya dengan menanyakan kepada penemu kayu tersebut. Dan dijawab, memang benar kayu itu didapatnya dalam keadaan tertulis demikian.

Bahkan, Mbah Mu’id yang dikenal memiliki kelebihan di bidang ilmu batin ini juga menanyakan pada ahli hikmah dari Nganjuk. Teman dan sekaligus orang yang dianggap mempunyai kelebihan itu menjawab bahwa tulisan itu asli adanya, bukan rekayasa manusia.

“Saya tadi menanyakan kepada salah satu sesepuh di Nganjuk. Kata beliau tulisan itu fa insya Allah asli,” terang pemegang kayu yang juga mantan Wakil Bupati Pacitan kepada detiksurabaya.com, Senin (12/4/2010) petang.

Kayu yang ditemukan Kusrin itu lalu dibawa dua aktivis PKB yaitu Sunoto dan Syifa’ul Jannan untuk diteruskan kepada H. Abdul Mu’id Anwar guna disimpan. Kusrin merasa takut menyimpan kayu itu. Kerenanya, kayu itu diserahkan kepada Mbah Mu’id yang merupakan pendiri PKB Pacitan yang juga mantan ketua dewan syuro DPC PKB Pacitan.

Menurut Mbah Mu’id, kejadian ini memang tergolong unik dan aneh. Namun mantan orang dekat Gus Dur ini mengaku tidak memiliki firasat khusus kecuali setiap hari dia mendengarkan dengungan ayat alqur’an berbunyi ‘qul kulluy ya’malu ala syakilatih’.

Selain dia juga merasakan hal aneh, tiba-tiba dalam hari-hari dia mendengarkan dengungan ayat tersebut, muncul dorongan kuat untuk kembali membaca karya-karya menantunnya yang sudah almarhum yang juga keponakan Gus Dur, KH Ishomudin Hadzik (Gus Ishom).

“Saya tadi tidak cerita pada wartawan yang ke sini. Tapi memang nak, selama seminggu terakhir menjelang 100 harinya Gus Dur, abah terus terngiang ayat ‘Qul kulluy ya’malu ‘ala syakilatih’. Itu ayat terkait dengan penjelasan bahwa segala sesuatu bekerja atas Kehendak-Nya dalam beragam bentuk. Rangkaian ayat ini terkait penjelasan bahwa setiap masalah akan menemui titik akhir solusi. Semua hanya Allah yang tahu dan pemberi solusi,” terang Mbah Mu’id yang juga alumnus PP Tebuireng ini.

“Selain itu saya juga tiba-tiba ingin membaca terus karya Gus Ishom, yang mengumpulkan tulisan-tulisan Mbah Hasyim dalam satu kumpulan kitab. Khususnya yang bab soal ikhlas. Apa ini bermakna hanya kebetulan saja, atau memang punya pesan khusus?” imbuhnya sambil bertanya.

Lalu mantan wakil bupati pacitan periode 2000-2005 ini menafsirkan berdasarkan isyarat yang dipahami dari beberapa kejadian yang menyertainya. Menurutnya, penemuan tulisan PKB dalam kayu yang berada di kaki gunung, dan ditemukan oleh warga desa yang pekerjaannya nderes, sebagai pertanda PKB harus kembali kepada asal dan tujuan didirikan.

“Sebagai pendiri PKB di Pacitan, saya ingat betul tujuan didirikan partai ini untuk membantu orang desa, rakyat kecil dan kaum yang termarjinalkan. Kebetulan dalam pemilu 2009 kemarin, PKB tidak dapat kursi 1 pun di DPRD Pacitan.

“Mungkin dengan melihat lokasi penemuannya yang di pelosok pedesaan, tepatnya di hutan. Mungkin pertanda PKB akan berkembang dari kawasan pinggiran, jika partai ini kembali pada semangat lahirnya, menjaga kebersamaan dan kekompakan. Apalagi benda ini ditemukan menjelang 100 hari wafatnya Gus Dur,” ungkap Mbah Mu’id Anwar yang juga mantan pendamping Gus Dur saat Gus Dur baru pulang kuliah di Irak itu kepada detiksurabaya.com di rumahnya.

Kontan saja, kayu ajaib itu lalu membuat heran dan takjub warga sekitar yang mendengar. Baik saat berada di rumah Kusrin atau ketika sudah disimpan di kediaman Mbah Mu’id. “Ya, tadi banyak yang lihat kayu itu di rumah ini, mas,” kata Maya, putri terakhir Mbah Mu’id.

Mbah Mu’id lalu menceritakan pengalaman mistiknya terkait beberapa kali keunikan di daerah ditemukannya kayu bertuliskan PKB itu. Menurutnya, saat dia mencari bambu yang diyakini punya khasiat khusus, dia tidak menemukan kecuali di daerah tersebut.

“Dulu saat saya mencari pring tolak-petuk, sayang menemukan di daerah sini. Padahal biasanya di mana-mana adanya kalau nggak pring tolak saja atau petuk saja. Dan beberapa lainnya. Insya Allah ini ada hikmah yang baik, kalau kita mau mengambil hikmah,” pungkasnya.

Hingga hari ini, Selasa (13/4/2010), kayu aneh bertuliskan PKB masih tersimpan di rumah mantan wakil Bupati Pacitan tersebut di Jalan Basuki Rahmat 61, Pacitan. Warga dan para pendukung PKB juga berdatangan silih berganti untuk melihat kayu tersebut.
(detik jatim)

Satu Tanggapan

  1. wahhhhh,,,jangan2 tahunnya PKB tuh

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: