Ratu Rania, Ratu Jejaring Sosial


Apa persamaan antara Michelle Obama, Carla Bruni-Sarkozy, dan Ratu Rania selain sebagai ibu negara? Jawabannya cukup mudah, dunia maya. Ketiga wanita ini dikenal mampu memanfaatkan jejaring internet untuk mendekatkan diri mereka dengan rakyat biasa.
Namun, di antara ketiga wanita itu, manakah yang menurut Anda memiliki basis fans terbesar? Jawaban yang benar dari pertanyaan ini mungkin akan membuat Anda terperangah. Michelle memang memiliki sebuah situs Gedung Putih. Carla Bruni-Sarkozy juga memiliki situs pribadi. Namun, Anda mungkin akan kaget jika tahu bahwa Ratu Rania-lah yang paling getol dan aktif di dunia maya.

Istri Raja Abdullah itu memiliki saluran YouTube, akun Facebook dengan ‘teman’ lebih dari 200.000 orang, akun Twitter dengan lebih dari 1 juta pengikut, dan sebuah situs pribadi. Tentu saja, keaktifan Rania dalam berbagai jejaring sosial di internet itu bukannya tanpa alasan. Ratu Yordania itu mengaku saluran-saluran itu membantunya bisa dekat dengan rakyatnya.

“Jejaring sosial adalah alat tercepat, terdatar, dan paling sederhana untuk berhubungan dengan semua orang, dari menemukan teman baru, mantan teman sekosan sampai atlet atau artis favorit,” paparnya kepada CNN.

“Internet sudah membuat komunikasi antara fans dan teman itu jadi lebih mudah, apakah Anda seorang blogger terkenal atau politikus musiman. Bagi orang di posisi saya, ini membantu mengekspos title dan mengklarifikasi apa yang saya lakukan dan apa yang penting bagi saya,” tambahnya.

Sebagai salah satu buktinya, Rania pernah mengirimkan tweet yang mengungkapkan bahwa dia sedang melakukan aktivitas yang sangat tidak berhubungan dengan kerajaan, yaitu menonton film George Clooney.

“Di rumah, saya biasanya menghadiahi diri saya dengan nonton film dan makan pop corn. Saya nonton The Men Who Stare at Goats,” tulisnya.

“Di film ini yang tidak lazim adalah betapa lucunya Clooney.” tambahnya.

Menurut Jennifer Mc-Lean, Marketing Vice President Techrunch, situs populer yang mengkaji produk internet, keterlibatan dan keaktifan ibu negara di dunia maya adalah sesuatu yang hebat.

Di masa lalu, orang biasa benar-benar tidak tahu seperti apa keseharian ibu negara kecuali melalui format majalah atau koran yang isinya tentu saja sudah diedit sana-sini.

“Ini juga merupakan pendekatan yang cerdas,” paparnya. “Dengan internet, ibu negara seperti Carla Bruni ada di sana, entah apa mereka mau atau tidak. Tapi, media sosial memberi mereka kendali atas apa yang mereka ingin tampilkan dan katakan,” Jumlah ‘teman’ Facebook Rania masih kalah dengan Michelle yang mencapai lebih dari 1 juta orang.

Namun, Michelle tidak punya akun Twitter resmi seperti Rania. Di samping mengiklankan kampanye politik dan amal, para ibu negara ini juga mendapatkan keuntungan dari media sosial, yaitu bisa chatting langsung dengan rakyat biasa tanpa harus melalui asisten. Ketika Carla Bruni-Sarkozy merilis situsnya, istri mantan Perdana Menteri Inggris Sarah Brown dengan akun Twitter SarahBrown10 menge-tweet “Suka situs baru Carla Bruni-Sarkozy meskipun sedikit dibingungkan ilustrasi yang saya tulis.”

Bruni mendedikasikan beberapa huruf untuk teman-temannya dengan menggunakan panduan A–Z di situsnya. Misalnya, O untuk Obama (Michelle), B untuk Brown (Sarah), dan M untuk Madrid di mana dia menceritakan dengan detail waktu yang dia habiskan dengan ibu negara glamor lainnya, Puteri Letizia dari Spanyol.

Situs Bruni, dengan gaya tipikal bahasa tutur yang dikritik karena terlalu sok pamer, mengisahkan, “Tiga pekan setelah (konferensi) NATO (Pakta Atlantik Utara), pasangan Sarkozy mengunjungi Spanyol dalam sebuah kesempatan untuk membandingkan gaya para ibu negara. Sebagaimana dengan Michelle Obama, ini adalah ajang kontes kecantikan antara Putri Letizia, mantan wartawan, dan Carla Bruni-Sarkozy, mantan top model. Dari sepatu Louboutin mereka sampai gaun-gaun Azzedine Alaia, semuanya ada di sana.”

Sementara Sarah mengklaim beberapa kredit saat situs Bruni dirilis untuk publik. Dia mengaku sangat bangga saat Bruni mengomentari blognya dan meresponsnya dengan membuat situs sendiri. Sarah yang sehari bisa beberapa kali nge-tweet dan memiliki hampir 900.000 pengikut mengakui sangat menyukai situs jejaring sosial.

“Saya selalu berpikir bahwa Downing Street itu adalah gedung publik dengan akses terbatas. Jadi, saya berusaha membuka Nomor 10 selebar mungkin, melalui resepsi amal, screening film, tur untuk berbagai macam kelompok, dan online,” paparnya. “Saya juga menerima banyak surat dan e-mail yang menanyakan detail tentang apa yang akan saya lakukan dan saya ingin menemukan cara untuk berbagi ide, kampanye, dan apa saja dengan orang yang sudah cukup berbaik hati mau memberikan perhatian.”

Sarah mengaku dia lebih suka Twitter . Jumlah pengikutnya di situs microblogging itu hampir bersaing dengan Rania, sama-sama mencapai lebih dari 1 juta follower.
“Saya punya laman Facebook dan kadang ngeblog di situs Downing Street saat melakukan kunjungan resmi. Tapi, saya benar-benar suka Twitter. Ini menghindarkan saya dari memberikan komentar di blog, membuat artikel panjang atau wawancara yang berarti ini harus dilakukan secara reguler, dan membuka kesempatan berdialog dengan pengikut Twitter.”

Sarah selalu memberikan waktu tiap hari untuk berbagi apa yang akan dilakukannya dan membaca tweet orang lain sehingga dia mengetahui kabar yang mungkin saja dia lewatkan. Sementara peran ibu negara di masa lalu terbatasi hanya pada tersenyum di depan kamera, Rania dan ratu-ratu sosial lainnya telah menemukan platform kekuatan baru untuk menyuarakan suara mereka sendiri di seluruh penjuru situs jejaring sosial.

Satu Tanggapan

  1. ckckkckckckck hebat banget ya..
    punya waktu… atau pake asistent ya untuk me manage nya…

    salam kenal🙂

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: