Video Ariel -Luna Versi Pelajar


video-mesum.jpg

BOGOR – Kasus video porno yang membelit kalangan artis, di antaranya Nazriel lrham alias Ariel (29), Luna Maya (27), dan Cut Tary (33), diduga menginspirasi sepasang anak baru gede, DA (16) dan LF (19).

Video porno pasangan anak baru gede (ABG) berdurasi 20 menit 9 detik itu menggegerkan warga Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Pasalnya, DA, perempuan yang terekam dalam video itu, warga Desa Sukamulya. $ementara pemeran laki-lakinya, LF, adalah warga Tamansari yang berbatasan dengan Desa Sukamulya. Diduga video mesum itu direkam menggunakan telepon seluler (ponsel).

Terkait beredarnya video porno itu, warga Desa Sukamulya meminta pasangan tersebut segera dinikahkan agar dampaknya tidak meluas dan memancing emosi warga.

Sekretaris Desa Sukamuya, Jejen, saat dihubungi membenarkan DA. Namun katanya, dia belum mendapatkan rekaman mesum tersebut.

“Isu yang berkembang memang seperti itu, tapi saya belum melihat rekamannya. Jika ada warga yang memiliki rekaman video mesum itu, saya harap tidak disebarkan lagi karena dikhawatirkan akan dilihat oleh anak-anak,” ujarnya.

Jejen mengaku sangat terpukul dengan kejadian itu. “Ini seperti petir di siang bolong. Kami malu kalau video porno itu benar-benar ada. Makanya, warga meminta agar pasangan itu dikenai sanksi sosial, yaitu segera dinikahkan,” katanya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, video mesum itu mulai beredar di kalangan warga akhir Juni lalu. Video ini cepat beredar luas lewat ponsel, baik di Desa Sukamulya maupun di Desa Tamansari.

Rekaman video mesum yang diperoleh berupa video berformat 3gp berjudul The Jack Ngesbray. Namun, di kalangan warga video mesum ini dinamakan Ariel-Luna versi Cicangkal, Rumpin.

Adegan dalam video tersebut dimulai ketika si lelaki, LF, tidur dengan posisi tengkurap. Pemuda yang diduga pacar DA itu hanya mengenakan celana pendek selutut warna putih.

Adegan selanjutnya, tiba-tiba muncul seorang perempuan berambut sepunggung yang hanya mengenakan celana pendek warna hijau tanpa mengenakan bra dan langsung memeluk LF. Adegan mesum tersebut diduga dilakukan di sebuah hotel kelas melati di kawasan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Di kamar hotel yang digunakan pasangan ABG itu terlihat televisi berukuran 14 inci. Sedangkan kasurnya terlihat bersprai warna putih.

Dalam adegan berikutnya, DA langsung membalikkan tubuh LF sehingga posisinya berhadapan. Kemudian keduanya berpelukan sambil berciuman.

LF, yang diketahui putus sekolah, sempat memberitahukan kepada pasangannya (DA) bahwa dia merekam adegan itu dengan ponsel. DA sempat menyender di dinding hotel sambil mengikat rambutnya.

Adegan lainnya sampai herakhirnya rekaman video itu, pasangan yang belum menikah tersebut melakukan hubungan intim layaknya suami-istri.

Akibat perbuatan pasangan ABG ini, warga Sukamulya dan Tamansari menjadi resah. Bahkan, sejumlah warga sempat mendatangi rumah DA. Diperkirakan aksi mesum yang dilakukan DA dan LF bukan yang pertama kali.

Kepala Desa Sukamantri, Suhendra, saat dihubungi mengiyakan bahwa lelaki yang ada dalam video mesum itu adalah warganya. Namun, katanya, sejauh ini dia belum mendapatkan keterangan langsung dari lelaki tersebut.

“Kami akan mempertemukan keduanya untuk membicarakan persoalan ini, tetapi info yang saya dapat keduanya sudah dinikahkan oleh keluarganya,” ujarnya.

Kepala Polsek Rumpin Ajun Komisaris Ahmad Sofwan mengatakan, pihaknya akan menyelidiki peredaran video mesum di wilayahnya. “Kami masih dalami informasi itu. Sejauh ini belum ada laporan ke polisi, tetapi polisi tetap akan menyelidikinya,” ungkapnya.

Bom Waktu

Video mesum yang melibatkan sejumlah artis kenamaan Indonesia yang telah beredar selang sebulan lebih di masyarakat luas, disinyalir menjadi pemicu meningkatnya kasus asusila. Di Kuala Kapuas, seorang paman tega mencabuli keponakannya usai keduanya menonton video tersebut lewat perangkat telepon genggam.

Contoh lain munculnya kasus asusila karena video mesum itu, terjadi di Surabaya. dua bocah lelaki pada 20 Juni silam lalu nekat mencabuli teman perempuannya seusai menonton adegan syur sang idola.

Di balik maraknya video tersebut, ternyata tersimpan bom waktu, yakni bisa membuat para remaja ketagihan menontonnya yang berujung melakukan hal yang sama.

Para dokter spesialis kedokteran jiwa, khususnya untuk anak dan remaja, yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) belum lama ini mengingatkan masyarakat dengan memberikan informasi dan edukasi agar masyarakat mampu mengenali dampak negatif dan melakukan pencegahan.

Menurut PDSKJI, anak-anak mudah meniru beragam aktivitas perilaku orang dewasa yang tidak sesuai untuk usianya[tribununnews]

%d blogger menyukai ini: