Ular Phyton Seberat 1 Kwintal Gegerkan warga di Pasuruan


Penemuan ular Phyton di Dusun Tondowulan, Desa Banjar Kejen, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, bikin warga sekitar geger. Apalagi, berat ular tersebut cukup besar yakni hampir 1 kwintal dan panjang 4 meter.

Pertama kali, ular tersebut ditemukan Tunawar (40), salah seorang warga setempat, saat buang air besar bersama istrinya Sundari (35) di sungai Lanang yang mengalir di desanya pada Kamis (1/7/2010) lalu.

Awalnya, oleh Tunawar, ular Phyton tersebut dikira hanya sebatang kayu besar yang mengambang di atas air, sehingga ia pun tak menggubrisnya. Namun, begitu Sundari turun ke sungai untuk buang hajat, istrinya itu tiba-tiba dikejutkan oleh seekor ular phyton yang hendak menerkamnya.

Kaget lantaran takut istrinya diserang ular Phyton, Tunawar pun kemudian langsung menghampiri istrinya dan meminta tolong kepada warga lainnya. Setelah mendengar teriakannya, puluhan warga pun spontan menuju ke sungai menuju ke lokasi Tunawar dan istrinya berada.

“Warga kaget mendengar teriakan Tunawar di sungai, dikiranya ada apa. Eh.. ternyata ada ular Phyton besar dengan panjang 4 meter. Warga pun akhirnya ramai-ramai mengevakuasi ular itu ke pos,” kata Toyib, salah seorang warga Desa Banjar Kejen kepada beritajatim.com, Selasa (13/7/2010).

Paska ditangkapnya ular Phyton ini, ratusan warga pun datang berkunjung setiap harinya untuk melihat langsung ular Phyton tersebut. Agar lebih aman dan terpelihara, warga pun menyediakan rumah khusus untuk ular dengan disertai kotak amal.

Ular Phyton 1 Kuintal di Pasuruan Adalah Jelmaan?

Temuan ular Phyton seberat 1 kwintal dan panjang 4 meter di Dusun Tondowulan, Desa Banjar Kejen, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, penuh dengan aroma mistis. Pasalnya, ular ini ditangkap warga tepat pada malam Jumat legi, yakni pada hari Kamis (1/7/2010) malam lalu.

Tak hanya itu, paska ditangkap hingga saat ini, ular Phyton tersebut juga tak mau makan sama sekali, meskipun diberikan seekor kelinci dan ayam di kandangnya. Lantaran keanehannya, ular Phyton ini bahkan sempat didatangi paranormal sakti asal desa setempat.

“Kalau siang, ular Phyton ini tidak mau bergerak hanya diam saja. Tetapi kalau malam, ia mau berjalan-jalan di dalam kandangnya. Tidak mau makan sampai sekarang, sejak ditangkap warga. Anehnya, dia juga tidak lapar,” ujar Ponari, salah satu warga Desa Banjarkejen kepada beritajatim.com, Selasa (13/7/2010).

Karena begitu kental dengan nuansa mistisnya, H Santuri, salah satu paranormal sakti yang datang berkunjung menyarankan untuk memberikan kembang Keramacan kepada ular Phyton ini. Menurutnya, dengan hanya menghirup wangi kembang, ular Phyton dipercaya akan tetap bertahan hidup.

“Kata H Santuri, paranormal sakti di desa ini, disarankan hanya memberinya kembang Keramacan. Karena dengan mencium bau harum kembang itu, dipercaya ular Phyton akan tetap hidup. Sebab bisa jadi, ular ini adalah penjelmaan gaib,” terang Ponari.

Sebelum Temukan Ular, Tunawar Mimpi Bertemu Putri Cantik

Munculnya ular Phyton di Dusun Tondowulan, Desa Banjar Kejen, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan kini masih menyisakan sebuah misteri dan tanda tanya besar bagi warga sekitar. Pasalnya, kemunculan ular itu sebelumnya tidak pernah terduga oleh warga.

“Tunawar, penemu ular Phyton bercerita bahwa sebelum dia menemukan ular ini, dirinya telah bermimpi bertemu dengan seorang putri yang sangat cantik jelita. Namun sayangnya, Tunawar tak sempat berbicara dengan putri dalam mimpinya itu karena ia lebih dulu bangun,” kata Toyib, salah seorang warga kepada beritajatim.com, Selasa (13/7/2010).

Berdasarkan cerita dari Tunawar inilah, warga akhirnya berkesimpulan jika ular Phyton hasil tangkapannya bukan sembarangan ular seperti pada umumnya. Tetapi lebih dari itu, ular ini adalah sosok ular yang memiliki kekuatan aura gaib yang sengaja diutus untuk menjaga keamanan desa mereka.

Sementara itu, karena keanehannya sehingga setiap harinya ular Phyton ini dikunjungi ratusan warga dari desa-desa tetangga hingga pengunjung dari luar kota, seperti Malang, Sidoarjo dan Probolinggo. “Bukan saja dari desa tetangga saja, tetapi banyak juga pengunjung dari luar kota yang telah melihat ular ini,” ujar Suriyanto, salah seorang mantan perangkat Desa Banjar Kejen.

Setiap para pengunjung yang datang melihat ular Phyton, memang tidak diharuskan membayar karcis. Namun, meskipun demikian warga tetap memasang kotak amal untuk kas desa. “Lumayan hasilnya sudah Rp 2 juta lebih sejak awal Juli lalu,” kata Suriyanto, salah satu warga setempat. [beritajatim]

Iklan
%d blogger menyukai ini: