KEUTAMAAN SHALAT

KEUTAMAAN SHALAT

Sesungguhnya perkara shalat merupakan suatu perkara yang besar, gaungnya menggema tinggi, dan kedudukannya sangat esensial di dalam rukun Islam setelah syahadatain. Rasulullah n bersabda:

“Islam dibangun atas lima perkara : Pengakuan bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, dan Muhammad hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, membayar zakat, haji ke Baitullah, dan puasa Ramadhan.” (Muttafaqun `Alaih).

Keutamaan-keutamaan Shalat

1. Shalat adalah induk dari segala ibadah dan sekaligus bentuk ketaatan yang paling afdhal.

Banyak dalil dari Al Qur`an dan As Sunnah yang memerintahkan kita untuk mendirikan, menjaga dan istiqamah dalam melaksanakannya. Diantaranya Firman Allah l:

Peliharalah segala shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’. (QS. 2:238)

“…kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,” (QS.70:22-23)

Dan wasiat terakhir Nabi n sebelum ia meninggal dunia, sabdanya :

“(Peliharalah) Shalat …. Shalat …. Dan hamba sahayamu.” (HR. Abu Daud, dan Al Bani menilai hadits ini shahih)

2. Shalat adalah amal yang paling utama. Nabi n pernah ditanya tentang amalan yang paling afdhal, maka beliau n bersabda :

“Shalat pada waktunya”.(H.R. Muslim)

3. Shalat merupakan sungai thaharah (kesucian) dan maghfirah (pengampunan). Dari Abu Hurairah z, dari Nabi n bahwasanya beliau bersabda :

“Bagaimana pendapat kalian jika ada sebuah sungai (mengalir) di depan pintu rumah seseorang di antara kalian, dimana ia mandi dari sungai itu setiap hari 5 kali, masih adakah kotoran yang tersisa di badannya ? Jawab mereka, “Tidak ada yang tersisa sedikit pun”. Sabda Beliau, “Seperti itulah shalat yang 5 waktu, Allah menghapus dengannya segala dosa-dosa kecil.” Muttafaqun `Alaih.

4. Shalat, penyebab penggugur dosa dan kesalahan. Dari Abu Hurairah z, bahwa Rasulullah n bersabda :

“Shalat fardhu lima waktu dan (dari shalat) jum`at sampai (shalat) jum`at berikutnya, menghapuskan dosa yang terjadi diantaranya, selama tidak dilakukan dosa-dosa besar.” H.R. Muslim.

5. Shalat merupakan pelindung dan perisai seorang hamba di dunia. Dari Jundub bin Abdillah z berkata : Bersabda Rasulullah n :

“Barangsiapa yang shalat Shubuh maka ia dalam penjagaan Allah maka jangan sampai Allah menuntut kamu (disebabkan mengganggu) sesuatu yang berada dibawah penjagaan-Nya” H.R. Muslim.

6. Allah berjanji akan memasukkan orang yang konsisten melaksanakan shalat ke dalam surga di Akhirat kelak.

Dari `Ubadah bin Shamit z.berkata : Saya mendengar Rasulullah n bersabda:

“Ada lima shalat yang diwajibkan Allah atas hamba-hamba-Nya, maka barangsiapa yang menjalaninya serta tidak meninggalkan sesuatu pun darinya disebabkan menggangap remeh, Allah berjanji akan memasukkannya ke dalan surga.” H.R. Abu Daud dan An Nasa`i, hadits ini shahih.

7. Shalat merupakan amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba di hari Kiamat. Dari Abdullah bin Qurth z berkata: Rasulullah n bersabda :

“Sesungguhnya amalan yang pertama dihisab dari seorang hamba pada hari Kiamat ialah shalat. Jika shalatnya baik, baiklah seluruh amalnya. Jika ia buruk maka buruklah seluruh amalnya.” H.R. Thabrani dan hadits ini hasan.

8. Shalat merupakan cahaya. Telah diriwayatkan dari Nabi n bahwasanya beliau bersabda

“Shalat adalah cahaya”. H.R. Muslim.

9. Shalat merupakan munajat antara seorang hamba dengan Rabbnya. Allah l berfirman dalam hadits qudsi :

“Aku membagi shalat (itu) antara-ku dan hambaku menjadi dua. Untuk hamba-Ku adalah apa yang dimintanya. Apabila dia mengucapkan “Alhamdulillah rabbil `alamin (Segala puji bagi Rabb alam semesta)”, maka Allah Ta`ala menjawab, “Hamadani `abdi (Hamba-Ku telah memujiku)”….. Al Hadits.” H.R. Muslim.

10. Shalat merupakan pengaman kita dari siksa neraka.

Dari Abu Zuhair `Umarah bin Ruaibah zberkata : Saya telah mendengar Rasulullah n bersabda : “Tidak akan masuk neraka seorang yang senantiasa shalat sebelum matahari terbit (Shubuh) dan sebelum terbenam (Ashar).” H.R. Muslim.

11. Shalat merupakan pengaman dari kekufuran dan kemusyrikan. Dari Jabir z. berkata : Saya mendengar Rasulullah n bersabda :

“Sesungguhnya (batas pemisah) antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah shalat.” H.R. Muslim.

12. Shalat Subuh dan Isya dengan berjama`ah merupakan pelindung dari kemunafikan:

Dari Abu Hurairah z berkata: Rasulullah n bersabda : ((Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik daripada shalat Shubuh dan Isya, seandainya mereka mengetahui pahala kedua shalat itu niscaya mereka akan mendatanginya meskipun harus dengan merangkak-rangkak.)) Muttafaqun `Alaih.

13. Shalat berjama`ah merupakan bagian dari jalan-jalan petunjuk.

Dari Ibnu Mas`ud z berkata:

“Barangsiapa yang ingin bertemu dengan Allah kelak (dalam keadaan) sebagai seorang muslim, maka hendaklah dia memelihara shalat setiap kali ia mendengar panggilan shalat. Sesungguhnya Allah telah mensyariatkan sunnanal huda (jalan-jalan petunjuk) dan sesungguhnya shalat berjama`ah merupakan bagian dari sunnanil huda. Apabila kamu shalat sendirian di rumahmu seperti kebiasaan shalat yang dilakukan oleh seorang mukhallif (yang meninggalkan shalat berjama`ah) ini, berarti kamu telah meninggalkan sunnah nabimu, apabila kamu telah meninggalkan sunnah nabimu, berarti kamu telah tersesat. Tiada seorang pun yang bersuci (berwudhu`) dengan sebaik-baiknya, kemudian dia pergi menuju salah satu masjid melainkan Allah mencatat baginya untuk setiap langkah yang diayunkannya satu kebajikan dan diangkat derajatnya satu tingkat dan dihapuskan baginya satu dosa. Sesungguhnya kami berpendapat, tiada seorang pun yang meninggalkan shalat berjama`ah melainkan seorang munafik yang jelas-jelas nifak. Dan sesungguhnya pada masa dahulu ada seorang pria yang datang untuk shalat berjama`ah dengan dipapah oleh dua orang laki-laki sampai ia didirikan di dalam barisan shaff shalat berjama`ah.” H.R. Muslim.

Disarikan dari : Ash Shalat …. Ash Shalat.

Syeikh Muhammad Bin Shalih al `Utsaimin

Penerjemah : Muh. Khairuddin Rendusara.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: