Mari Kembali Kepada Islam

Mari Kembali Kepada Islam

Wajah Islam yang sebenarnya adalah indah, anggun, sempurna, tanpa cacat dan cela. Segala sisinya lengkap, cantik, tak ada sedikit pun kekurangan.

“Hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmatKu kepadamu dan Aku telah ridha Islam sebagai agamamu.” (Al Maidah 3)

Namun sering tergambar di benak masyarakat umum, bahkan mayoritas umat Islam sendiri bahwa Ajaran Islam penuh dengan kekejian, kerusakan, teror, intimidasi, kekerasan dan hal-hal yang berbau negatif. Dari sini kita harus jeli memandang bahwa tidaklah ajaran islam itu identik dengan umat Islam. Karena mayoritas umat di zaman ini tidak mengerti, dan tidak pula mengamalkan Islam itu sendiri. Ajaran Islam sangat indah nan sempurna, sedangkan di sisi lain mayoritas umat islam tidak mengamalkan keindahan ajaran Islam tersebut.

Mari kita memandang dengan dengan pandangan yang jernih. Mari kita gali ajaran Islam yang selama ini banyak ditinggalkan oleh umat. Kita akan temukan mutiara-mutiara kecermelangan ajaran islam, jernih, bening tak keruh sedikitpun. Tak ada yang dibawa kecuali kebaikan semata, tidak ada ajakan yang kita dipanggil kepadanya kecuali kepada kebahagiaan saja. Dia adalah rahmah bagi seluruh alam, sederhana, sesuai dengan akal fikiran yang jernih, dan fitrah kemanusiaan. Tak heran jika ajaran Islam dikatakan oleh Allah terhadap penyandang risalahnya

“Dan tidaklah Aku utus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi sekalian alam”

Diantara keindahan ajaran islam adalah anjuran Nabi Shallallahu alaihi wa sallam

“Sayangilah yang ada di bumi, niscaya engkau akan disayangi oleh Yang ada di langit (Allah).” ( HR. At Tabrani)

Islam pun mengajarkan meninggalkan perbuatan aniaya terhadap diri sendiri dan orang lain.

“Takutlah kalian dari berbuat kedzaliman (aniaya) , karena sesunggunya kedazliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Bukhari Muslim)

Ia pun mengajarkan untuk berbuat keadilan kepada siapapun Berbuat adillah , karena keadilan itu mendekatkan kepada ketakwaan

Hal-hal di atas sedikit yang diajarkan oleh islam kepada umatnya. Tidak pernah memberatkan namun tak juga merendahkan fitrah kemanusiaan. Segala ajaran islam mudah, bisa dipelajari dan dipraktikan di segala tempat dan di setiap masa. Ia bukan sebuah ilusi yang tak mungkin diwujudkan.

Apabila kita membutuhkan contoh untuk mengamalkan Islam, maka kita akan dapatkan contoh tersebut dalam tataran pribadi maupun masyarakat. Dalam tataran pribadi, maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam adalah suri tauladan kita. Apabila kita butuh contoh sebuah generasi idaman maka generasi sahabat adalah contoh nyata bagi kita. Sebuah ujung yang pasti dari pengamalan ajaran Islam….ketentraman, kebahagiaan, dan keridhaan.. Maka mari kita kembali kepada Al Islam…

Wallallahu a’lamu bish showaab

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: